Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 April 2014

Analisis Deskriptif: Frequencies (Scale)

0 comments
Melanjutkan postingan sebelumnya (lihat Analisis Deskriptif: Frequencies (Data nominal) dan Analisis Deskriptif: Frequencies (Data Ordinal)). 

Selanjutnya kita lihat untuk data Scale, data ini adalah data yang biasa kita temukan, yang bisa di hitung-hitung. Contohnya, data tentang berat badan, tinggi, gaji, jumlah alat, pengeluaran, dan lainnya. Yang mana semua angka pada data tersebut memang memiliki nilai, bukan sebagai label.

Masih dengan data sebelumnya


LANGKAH 1:

Ikuti klik demi klik dibawah ini
 Analyze à Descriptive Statistics à Frequencies à Masukkan data Tinggi dan Berat yang simbolnya seperti Penggaris  
à Statistics... à Pilih statistik yang ingin ditampilkan  
à Charts... à Histograms à With Normal Curve àContinue 
à unklik Show Frequency Tables à OK 
Read More ->>

Kamis, 17 April 2014

Analisis Deskriptif: Frequencies (Ordinal)

0 comments
Melanjutkan postingan sebelumnya (lihat Analisis Deskriptif: Frequencies (Data nominal)). Pada postingan kali ini akan kita lihat Analisis Frekuensi untuk Data Ordinal. Yaitu untuk jenis data bertingkat seperti tingkat pendidikan, tingkat kepuasan, DLL.

Untuk pembahasan yang ini, kita gunakan saja data yang sama dengan sebelumnya.

LANGKAH 1:

Ikuti klik demi klik dibawah ini
 Analyze à Descriptive Statistics à Frequencies à Masukkan data 'Tingkat Pendidikan' yang simbolnya seperti tangga à Charts à Bar Charts à Continue à klik Display Frequency Tableà OK 

Read More ->>

Analisis Deskriptif: Frequencies (Data nominal)

2 comments
Analisis frekuensi atau frequency analysis ini biasanya digunakan sebagai analisis terawal, ya.. karena kita hanya mempresentasikan data apa adanya. Mudahnya kira-kira seperti ini,

Analisis frekuensi berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:



  • Apa nilai yang paling sering muncul? Yang kedua sering muncul? ketiga sering? ..
  • Pada kisaran berapa nilai yang ingin kita lihat?
    ("oh ternyata yang paling banyak kisaran 20 hingga 45")
  • Apakah data yang kita teliti sudah cukup?
    ("Waduh.. kok data yang ini cuma 3 orang??")
  • Apakah terjadi missing data?
    ("Kok data yang ini gak ada?")
  • Apakah terjadi salah input data?
    ("Ternyata... ini salah ketik rupanya")
  • Apakah ada nilai-nilai yang perlu dicatat?
    ("Hmm.. Data yang ini perlu diambil perhatian.. catat.. catat..")
Dalam proses analisis frekuensi, akan kita bahas contoh analisis untuk tiap jenis data di SPSS yaitu nominal, ordinal dan scale.

Misalkan data yang kita peroleh adalah sebagai berikut:
Read More ->>

Entry Data: Missing Values

3 comments
Pada Variable View ada kolom Missing.

Nah.. kolom missing ini digunakan jika dari data yang kita kumpulkan, ada yang tidak jelas datanya.
Misalkan data jenis kelamin, misalkan dari 17 data yang terkumpul, ada dua orang yang tidak jelas jenis kelaminnya apa (bisa jadi karena kelupaan ketika mengisi data).

Maka pada kotak values kita defenisikan terlebih dahulu dengan angka yang mencolok (misalnya angka yang besar, 9 atau 999, agar bisa dibedakan dengan data yang valid.

Lalu pada kolom Missing kita isi Discrete Missing Values dengan angka yang sama pada kolom Values.

Perhatikan gambar dibawah
Read More ->>

Rabu, 16 April 2014

SPSS untuk Pemula: Analisis Deskriptif

0 comments
Setelah data siap untuk dianalisis, biasanya akan dilakukan analisis deskriptif untuk mendapatkan informasi-informasi umum yang kita perlukan. Seperti frekuensi data, rata-rata, median, modus, varians, standar deviasi, quartil dan lainnya.

Untuk pembahasan kali ini, akan kita lihat satu persatu analisis yang terdapat pada SPSS.
Analyze à Descriptive Statistics

Untuk lebih jelas dimana dan apa saja pilihannya, perhatikan gambar dibawah.



Sebelum kita bahas satu persatu, Sedikit gambaran untuk analisis deskriptif. Jika data yang mau kita olah adalah data nominal atau data ordinal, maka gunakan frequencies atau crosstabs. Trus.. kalau data scale gunakan explore atau descriptives.

Baiklah, pada bagian Analisis Deskriptif ini, yang akan kita bahas adalah

  • Frequencies
  • Descriptives
  • Explore
  • Crosstabs
Dan kalai sempat akan kita bahas juga mengenai.
  • Ratio
  • P-P Plots
  • Q-Q Plots

Tunggu postingan selanjutnya, n mohon do'a dari pembaca sekalian. Terima kasihh.. :D


Read More ->>

Selasa, 15 April 2014

Entry Data yang memiliki Beberapa Jawaban (Multiple Response)

1 comments
Misalkan kuesioner kita pada contoh (lihat: Entry data menggunakan MS Excel) soalnya kita tambah menjadi seperti berikut ini:

Tingkat Pendidikan*: S1 / S2 / S3
Jenis Kelamin*: Laki-laki / Perempuan
Tinggi badan: 
Berat badan:
 
1. Anda adalah orang yang ganteng/cantik?
1. Sangat tidak setuju
2. Tidak setuju
3. Setuju
4. Sangat setuju

2. Siapa saja yang pernah mengatakan kalau anda itu ganteng/cantik? 
(Jawaban boleh lebih dari 1)
1. Orang tua
2. Saudara
3. Teman
4. Pasangan
5. Guru
6. Lain-lain

(catatan: * coret yang tidak perlu)

Soal 2 agak berbeda dengan soal 1, jika pada soal satu hanya ada satu jawaban yang diterima. Maka pada soal 2 kita akan mendapatkan beberapa jawaban atau Multiple Response.

Untuk contoh soal seperti ini, maka untuk menginput datanya ke SPSS agak berbeda dengan contoh-contoh sebelunya. (lihat: Entry 1, Entry 2)

LANGKAH 1:
Pada soal 2, kita memiliki 6 pilihan jawaban. Ini berarti kita memiliki 6 variabel yang harus di input ke SPSS. Untuk memudahkan, nama depan tiap variabel dibuat sama. Misalkan, S2Ortu, S2Sodara, S2Teman, S2Psgn, S2Guru dan S2Lain.


Kemudian untuk lajur Decimals ubah semua menjadi 0, sebab data kita bersifat nominal (tidak berkoma). Lalu, lajut Label isi dengan nama yang sesuai.

LANGKAH 2:
Misalkan pada kuesioner, soal no 2 tersebut dijawab: 1, 2 dan 4. Maka untuk kotak dibawah variabel S2Ortu, S2Sodara dan S2Psgn diisi dengan angka 1. Selebihnya isi dengan 0.




LANGKAH 3:
Setelah data diinput semua, ikuti langkah berikut:
klik Analyze à Multiple Response à Define Variable Sets à Pindahkan variabel soal 3 ke kotak Variables in sets: à Pada dichotomies, count values isi 1 à Tuliskan Name: Soal3, dan pada label Soal 3 (atau tulis soalnya) à Add à Close



LANGKAH 4:
Selanjutnya data bisa di analisis dengan mengklik,
Analyze à Multiple Response àFrequencies... atau
Analyze à Multiple Response àCrosstabs...

InsyaAllah kita bahas kedua analisis diatas dilain waktu. :D




Kalau ada pertanyaan ataupun masukkan,
Tinggalkan pesan di bagian komentar. 
terima kasih... :D
- Fazrol Rozi 

Read More ->>

Minggu, 13 April 2014

Entry Data Nominal dan Ordinal ke SPSS

0 comments
Pada penjelasan sebelumnya, dijelaskan bahwa ada tiga jenis data di SPSS, Nominal, Ordinal dan Scale. (Lihat: Entry Data dari MS Excel ke SPSS)

Untuk data Nominal dan ordinal, kita perlu mendefenisikan data yang kita input pada lajur Values. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

LANGKAH 1:
Buka Variable View kemudian untuk tiap variabel (tiap baris) pilih kotak dibawah values, kemudian lakukan langkah sebagai berikut:


LANGKAH 2:
Jika terjadi kesalahan input, tinggal di change atau remove yang salah tersebut dan ganti dengan yang benar.


LANGKAH 3:
Hmm.. Sepertinya analisis sudah bisa dilakukan. :D


Kalau ada pertanyaan ataupun masukkan,
Tinggalkan pesan di bagian komentar. 
terima kasih... :D
- Fazrol Rozi 
Read More ->>

Entry Data dari MS Excel ke SPSS

10 comments
Setelah kita menginput data di MS Excel (lihat: Entry data 1), selanjutnya akan kita bahas bagaimana cara mengekspor data yang telah kita input tersebut ke SPSS.

Misalkan data yang sudah kita input di MS Excel adalah:

No Tingkat Pendidikan JK Tinggi Berat Soal1
1 1 1 166 70 4
2 2 2 157 45 3
3 3 1 156 77 3
4 1 1 160 50 1
5 1 1 160 50 1
6 1 1 170 54 2
7 1 1 164 50 4
8 2 2 190 90 4
9 2 2 154 67 4
10 2 2 163 78 1
11 1 1 155 52 1
12 2 2 158 55 2
13 1 1 164 56 4
14 3 1 174 66 4
15 1 1 156 60 2
16 1 1 170 56 3
17 3 2 161 64 4
18 2 1 178 67 2

Selanjutnya ikuti langkah-langkah berikut ini:
Read More ->>

Entry Data menggunakan MS Excel

3 comments
Pada bagian pertama ini, kita akan bahas bagaimana cara menginput data kedalam SPSS.

Mungkin ada baiknya langsung kita mulai dengan contoh. Sebab kata dosen mahasiswa saya, belajar statistik (SPSS) itu bukan paham dulu, melainkan paham nanti (Maksudnya, learning by doing).

Tapi tunggu dulu, untuk bagian ini sepertinya akan kita bahas untuk meng entry data ke MS Excel, sebab, untuk input data rasanya lebih mudah jika dimasukkan kedalam MS Excel terlebih dahulu, nanti tinggal dicopas atau ekspor ke SPSS

Yap, misalkan kita telah menyebar sebuah kuesioner yang soalnya seperti berikut:
Read More ->>

Sabtu, 12 April 2014

SPSS untuk Pemula: Intro

2 comments
SPSS itu kepanjangannya.... Hmm,, dulu sih kata dosen kepanjangannya Statistical Package for the Social Sciences. Ternyata kepanjangannya memang itu (setelah lihat di mas Wikipedia hehehee).

Yang jelas SPSS itu digunakan untuk mengolah data statistika. Seperti mean, median, modus, standar deviasi, variance. Yang kalau di ingat-ingat masa sekolah dulu, rumusnya agak gimana gitu -_-. Nah, kalau pakai SPSS ini, untuk mendapatkan nilai-nilai statistika tesebut tinggal klik klik. Dan hebatnya kegunaan SPSS bukan hanya itu, untuk analisis statistik yang lebih komplekspun bisa dilakukang dengan SPSS.

Tampilan SPSS sendiri mirip dengan MS Excel yang terdiri atas sheet. Perhatikan gambar dibawah.
Read More ->>
 

About Me

Recent Posts

Recent Comments

| Belajar Otodidak Saja © 2009. All Rights Reserved | Template Style by My Blogger Tricks .com | Design by Brian Gardner | Back To Top |